Thursday, January 7, 2016

Lesu Permintaan Menekan Harga CPO


JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) harus terkapar. Tekanan dari China dan penurunan harga minyak mentah dunia diprediksi jadi dalang dibalik penurunan harga ini.
Mengutip Bloomberg, Kamis (7/1) pukul 14.30 WIB harga CPO kontrak pengiriman Maret 2016 di Malaysia Derivative Exchange merosot 0,85% ke level RM 2.427 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga pun sudah tergerus 2,33% dalam sepekan terakhir.


Berdasarkan pemaparan Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures harga CPO saat ini memang mendapat tekanan dari beban negatif yang menggerakkan pasar global. Salah satunya adalah kejatuhan harga minyak mentah dunia hingga ke level US$ 33 per barel.

“Komoditas kan berguguran karena tren USD yang memang sedang di atas angin,” kata Wahyu. Hal ini mendukung terpuruknya harga CPO.
Apalagi permintaan China pun mencatatkan penurunan permintaan yang tidak bisa dihindari. “Pasca gejolak ekonomi yang terjadi di Negeri Tirai Bambu ditebak permintaan CPO juga belum akan pulih dalam waktu dekat,” jabar Wahyu.
China sebagai salah satu konsumen utama masih bergelut dengan perlambatan ekonominya yang kian memburuk.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, masih diperkirakan ekspor CPO Malaysia diduga ikut terkikis sebesar 6% menjadi 1,41 juta metrik ton dibanding bulan sebelumnya. Jika nantinya dirilis sesuai dugaan, bisa dipastikan permintaan CPO memang sedang mengering di pasar global.

Ditambah lagi menurut Cargo Surveyor Societe Generale de Surveillance, pada Desember 2015 lalu impor CPO dari China ke Malaysia dipangkas sekitar 44%. Ini juga disebabkan oleh rendahnya harga minyak kedelai dan peralihan permintaan dari CPO ke kedelai.

source: kontan

No comments:

Post a Comment