Thursday, October 29, 2015

SIAP Bisnis Konversi Batu Bara-Ethanol, Begini Perkembangan Bisnis Serupa di AS

 

PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP), perusahaan yang baru setahun masuk ke bisnis energi memiliki rencana besar membangun pabrik konversi batu bara menjadi etanol. Rencana tersebut cukup unik lantaran operasional tambang batu bara perseroan baru dimulai tahun ini dan belum memberi keuntungan signifikan.

Belum lagi konversi batu bara ke etanol ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa perusahaan global pun pernah merencanakan hal serupa, tapi belum memberi hasil yang maksimal.  Peabody Energy, perusahaan raksasa batu bara asal Amerika Serikat misalnya, sudah melakukannya sejak tujuh tahun silam.


Pada 2008, Peabody menyuntikkan dana ke GreatPoint Energy Inc. yang mengklaim bisa mengkonversi batu bara menjadi gas dengan proses murah dan ramah lingkungan.  GreatPoint saat itu mengklaim dapat memproduksi etanol dengan biaya $4 per 1.000 cubic feet atau 40 persen lebih murah dibanding harga produksi gas alam.

Tapi ternyata investasi pada GreatPoint tidak mampu membantu Peabody Energy lepas dari kerugian di tengah turunnya harga batu bara. Pada September 2015 pendapatan Peabody merosot 15 persen menjadi $4,2 miliar. Sementara kerugian perusahaan malah makin membengkak menjadi $1,5 miliar dari sebelumnya $272 juta.

Dalam laporan keuangan, belum terlihat kontribusi dari konversi batu bara ke etanol. Mayoritas pendapatan Peabody masih diraih dari operasi pertambangan batu bara di Amerika Serikat dan Australia. Seiring dengan turunnya harga batu bara, harga saham Peabody juga merosot. Pada 28 Oktober 2015, harga saham Peabody Energy tinggal $17,38 anjlok dari akhir 2011 yang masih di kisaran $900 per saham.

Grafik: Komposisi Pendapatan Peabody Energy


sumber: laporan keuangan  

Grafik: Harga Saham Peabody Energy


sumber: Bloomberg

Perusahaan lain, Cleanse Corporation juga pernah mencetus proyek konversi batu bara menjadi etanol pada 2011. Cleanse pernah berencana melakukan investasi $700 juta untuk teknologi produksi etanol dari batu bara. "Kami mampu membawa teknologi dan dengan sejumlah terobosan, membuat etanol," kata Steven Sterin, CFO Cleanse dan sekaligus menjabat sebagai presiden di divisi advanced fuel dikutip dari berita CNBC 13 Juni 2011.

Uniknya, perusahaan ini juga sempat menyatakan ketertarikan untuk membangun pabrik konversi batu bara - etanol di Indonesia. "Teknologi kami akan membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar Indonesia yang terus meningkat  dan mengurangi impor yang mencapai 30 juta barel per tahun," kata Steven Sterin seperti dikutip dari Jakarta Post 21 Juli 2012.

Tapi sampai dengan saat ini, proyek tersebut belum menunjukan perkembangan berarti. Bahkan Steven Sterin, salah satu pencetus ide konversi batu bara ke etanol pada 8 Mei 2014 mengundurkan diri dari perusahan asal Amerika Serikat tersebut

source: bareksa

No comments:

Post a Comment