Tuesday, September 1, 2015

Prudential Borong Saham APLN


Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Prudential tercatat melakukan pembelian sebanyak 244 juta lembar saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) pada periode 20 - 26 Agustus 2015. Jumlah pembelian tertinggi dilakukan pada 24 Agustus sebanyak 156 juta lembar saham.


Pembelian dilakukan dengan rata-rata harga Rp326 per saham. Pembelian dengan total nilai mencapai Rp78 miliar ini, meningkatkan kepemilikan Prudential menjadi 8 persen dari sebelumnya 6,7 persen. Sayangnya, sampai saat ini harga saham APLN belum menguat. Sampai dengan jam 9.30 WIB, APLN diperdagangkan pada harga Rp316 per saham atau lebih rendah 3 persen dari harga rata-rata pembelian Prudential.

Pada semester I APLN masih mampu mencetak laba Rp351 miliar, sedikit lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp356 miliar. Penurunan laba terjadi akibat kenaikan bagian laba yang disalurkan untuk kepentingan non-pengendali menjadi Rp163 miliar dari sebelumnya hanya Rp3,8 miliar. Namun, pendapatan perusahaan masih bertumbuh 20 persen menjadi Rp2,77 triliun dari sebelumnya Rp2,29 triliun. 

Saham lain yang diborong Prudential adalah perusahaan minyak dan gas (migas) milik Grup Bakrie, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Pada 20 dan 24 Agustus, Prudential memborong sebanyak 40 juta lembar saham ENRG pada kisaran harga Rp54,8 - 61,9 per lembar saham. Setelah transaksi ini kepemilikan Prudential naik menjadi 8,58 persen dari sebelumnya 8,51 persen.

Sebagai informasi, ENRG pada semester pertama 2015 membukukan rugi bersih sebesar $33 juta dolar. Padahal periode yang sama tahun sebelumnya ENRG mampu mencetak laba $64 juta dolar. Turunnya laba antara lain disebabkan oleh penurunan pendapatan menjadi $323 juta, atau turun 21 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Prudential juga tercatat membeli saham perusahaan asuransi lainnya, yakni PT Panin Financial Tbk (PNLF). Pembelian sebanyak 58 juta lembar saham dilakukan pada periode 21 - 26 Agustus 2015 dengan harga rata-rata Rp250 per saham.

Transaksi senilai Rp14,5 miliar ini menambah kepemilikan Prudential pada PNLF menjadi 5,94 persen dari sebelumnya 5,75 persen. PNLF pada 24 Agustus ditutup pada level Rp241 per saham yang merupakan level terendah sejak Juli 2014. Padahal, kinerja keuangan perusahaan ini tidak begitu mengecewakan.

Walaupun menurun, tapi PNLF masih bisa membukukan laba bersih Rp595 miliar dari sebelumnya Rp733 miliar. Laba berhasil dicetak dengan dukungan dari naiknya total pendapatan sebesar 25 persen menjadi Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun. 

No comments:

Post a Comment