Monday, September 7, 2015

Mentari Pagi (Analisa 7 September 2015)

Mentari Pagi (Analisa 7 September 2015)

Market Index Change Chg (%)
FTSE ST (Singapore) 2,863.81 -42.62 -1.47%
NIKKEI 225 (Jepang) 18,095.40 -70.29 0.31%
HANG SENG (Hong Kong) 20,840.61 -94.33 -0.45%
SSE Comp (China) 3,160.17 -11.58 -0.37%
DJIA (USA) (DOWI) 16,102.38 -273.38 -1.66%
S&P 500 (SPX) 1,921.22 -29.91 -1.53%
Rupiah (USD/IDR)  Rp           14,172 1.90 0.01%
US Dollar Index (DXY)  $               96.15 -0.06 0.06%
Crude Oil (WTI) (CL1!)  $              45.74 -0.31 -0.67%
Gold (XAU/USD)  $           1,121.90 0.50 0.04%
Coal (QL1!)  $               42.93 -0.02 -0.05%
Crude Palm Oil (CU1!)  $             476.50 -3.50 -0.73%
EUR/USD  $            1.15300 0.00020 0.02%
USD/JPY  $              119.13 0.120 0.10%



UPDATE IHSG

Jumat, 4 September 2015
HIGH           : 4.433, 546
LOW            : 4.407, 135
CLOSE         : 4.415, 343 -0, 401%

Trading Value by Investor Type (Jumat, 4 September 2015)

Investor Asing: 1, 6 Trilliun (40%)
Investor Lokal: 2, 5 Trilliun (60%)

Total sepanjang 2015:
Investor Asing: 426, 5 Trilliun (47%)
Investor Lokal: 558, 5. Trilliun (53%)
PASAR DUNIA

OVERVIEW




ANALISA IHSG :
BELUM ADA SENTIMEN POSITIF, IHSG POTENSIAL LANJUTKAN PELEMAHAN


Pada perdagangan Jumat (4/9/2015), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 17,768 poin (0,40%) ke angka 4.415,343.
Sepanjang perdagangan Jumat, indeks mencapai level tertingginya di 4.433,546 atau menguat 0,435 dan mencapai level terendahnya 4.407,135 atau melemah 25,976 poin.

Pada hari in IHSG kami proyeksikan terjadi koreksi karena beberapa hal, bursa AS dan bursa Asia yang ditutup kompak melemah di akhir pekan kemungkinan akan ikut menyeret pelemahan IHSG hari ini. Data ketenegakerjaan AS yang telah dirilis negatif namun secara jumlah masih memperlihatkan tenaga kerja yang tecipta, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa suku bunga AS kemungkinan bisa untuk dinaikkan. Pada akhir pekan kemarin juga tercatat asing net sell sebesar Rp 58,65 Miliar. Dari analisa teknikal, candle IHSG membentuk shooting star dengan kisaran sempit, MACD mulai tertahan kenaikkannya, serta stochastic terlihat akan turun.



TOP TRADE



HOT NEWS
EMERINTAH DIMINTA FOKUS BANGUN TRANSPORTASI YANG TERJANGKAU.
IQPlus, (04/09) - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan sebaiknya pemerintah berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih terjangkau dengan aksesibilitas tinggi dan terintegrasi.

"Bukan kereta api super cepat yang padat modal, padat teknologi tetapi miskin pengalaman," kata Tulus Abadi melalui siaran pers diterima di Jakarta, Jumat.

Tulus mengatakan pemerintah sebaiknya membatalkan rencana membangun kereta api super cepat Jakarta-Bandung karena tidak jelas arah dan tujuannya.

"Kereta api super cepat tidak ada dalam rencana kebijakan transportasi nasional. Itu artinya tidak jelas arah dan tujuannya, untuk apa dan siapa," katanya.

Menurut Tulus, pembangunan kereta api super cepat bukan hal mendesak dan tidak ada urgensinya. Yang sangat mendesak adalah kebutuhan transportasi umum di kota-kota besar yang saat ini mati suri.

"Revitalisasi angkutan umum jauh lebih bermartabat daripada kereta api super cepat yang hanya akan memanjakan investor belaka," tuturnya.

Selain itu, Tulus menilai pembangunan kereta api super cepat juga merupakan bentuk diskriminasi antara Jawa dan luar Jawa dan jelas bertentangan dengan visi Presiden Joko Widodo.

Visi Presiden Jokowi yang dijanjikan sejak Pemilihan Presiden 2014 adalah pembangunan infrastruktur di luar Jawa, khususnya Indonesia Timur.

"Seharusnya yang dibangun adalah kereta api di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera atau merevitalisasi kereta api di Jawa," ujarnya.

Tentang kereta api super cepat yang tidak akan dibangun menggunakan dana APBN, Tulus mengatakan sama saja bila pembangunan kereta prestisius itu berasal dari utang. (end)


TINGKATKAN LAYANAN, BRI BAKAL BUKA LAGI 2 JARINGAN HYBRID.
IQPlus, (04/09) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus melakukan inovasi guna meningkatkan pelayanan nasabah. Untuk permudah nasabah membuka rekening, tahun ini BRI bakal membuka dua lagi jaringan cabang hybrid (Hybrid Branc) di Yogyakarta dan Medan. 

Hybrid Branch sendiri merupakan mesin layanan yang mempermudah nasabah dalam melakukan layanan perbankan secara self service.

"Itu mesin yang kita gunakan untuk self service jadi tidak perlu dilayani customer service, cukup pakai mesin," ujar Direktur Utama BRI, Asmawi Syam di Jakarta, Jum'at. 

Saat ini, BRI telah memiliki satu Hybrid Branch di Pacific Place Mall, SCBD.
Menurutnya jaringan hybrid itu sengaja dibuka di pusat-pusat perbelanjaan (mall) sehingga pelanggan bisa membuka rekening dengan mudah. 

Inovasi lain dalam hal layanan juga dilakukan melalui peluncuran Teras Kapal BRI yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. BRI juga akan meluncurkan satelit BRISAT yang diperkirakan akan terlaksana pertengahan tahun depan.

Disamping itu, BRI juga sudah terhubung dengan data kependudukan yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, pembukaan rekening BRI bisa dilakukan dengan cepat.

"Kita sudah terintegrasi dengan Kemendagri, sudah online, sehingga pelanggan tidak perlu lama-lama buka rekening, cukup lihat identitansnya, kalau manual 45 menit, sekarang tinggal 5-7 menit," pungkasnya. (end/fu)


BAPPENAS PAPARKAN KERETA KECEPATAN MENENGAH JAKARTA-BANDUNG.
IQPlus, (04/09) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil memaparkan pengembangan kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang diputuskan menjadi kecepatan menengah, tidak sekelas Shinkansen yang memiliki daya jelajah melebihi 300 kilometer per jam.

Menurut Sofyan di Jakarta, Jumat, proyek kereta cepat, --yang akhirnya diputuskan menjadi kereta kecepatan menengah--, dibutuhkan sebagai pelengkap sarana konektivitas dalam rencana pengembangan wilayah antara Jakarta, dan kota pusat industri tekstil, Bandung.

"Filosofi pembangunan kereta itu adalah pembangunan wilayah. Wilayah akan berkembang jika stasiun dibuka," ujarnya.

Sofyan menjelaskan transportasi kereta dipilih untuk melengkapi konektivitas, karena sistem perkeretaapian lebih mendukung rencana pengembangan kawasan pada rute yang sebagian besar melintasi kawasan pertanian dan hutan itu.

Misalnya, dengan membangun kereta, pemerintah sebagai regulator, dapat menentukan titik-titik yang akan menjadi pemberhentian penumpang. Dengan begitu, pembangunan transportasi Jakarta-Bandung akan lebih terpadu dan saling mendukung dengan pembangunan sektor lain, misalnya sektor pertanian dan industri.

Sedangkan sarana transporasi lain, seperti jalan raya atau jalan tol/berbayar misalnya, kata Sofyan, cenderung akan menghabiskan sisa lahan yang tersedia sehingga tidak efisien. Jika membangun jalan raya, pemerintah pun akan lebih sulit mengatur mobilitas penumpang pada rute "gemuk".

"Misalnya sekarang ada kebun teh di Cipularang yang tidak produktif. Karena di samping kebun teh itu ada jalan tol yang setiap hari dilewati ribuan manusia dan mobil. Suhu dan tempratur di sana jadi meningkat. Tidak cocok dengan kebun teh yang butuh temperatur dingin," kata dia.

Sofyan juga meyakini proyek kereta kecepatan menengah ini tidak akan menggusur layanan kereta reguler Jakarta-Bandung dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI), namun memang perlu dilakukan sejumlah penyesuaian.

Meskipun proyek ini penting, Sofyan menegaskan, pengerjaan dan operasi proyek ini sepenuhnya akan diserahkan ke BUMN atau swasta. Pemerintah hanya akan bertindak sebagai regulator. Musababnya, pemerintah ingin terlebih dulu fokus mengembangan moda kereta di luar Jawa, seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. (end)


REKOMENDASI SAHAM
1.    Rekomendasi saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

ALASAN:
1.     Closing Candle berada diatas Moving Average 50
2.    Closing Candle UNVR berada diatas Tenkan-sen dan Kijun-sen
3.    ADX “+DI” berada diatas ADX “-DI
4.    MACD Golden Cross
5.    Akhir tahun nanti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, Rp38.650, NEUTRAL, TP Rp38.500) akan mendapatkan tambahan sumber pasokan bahan baku. Sister company perusahaan itu yakni PT Unilever Oleochemical Indonesia, siap mengoperasikan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. (Kontan)


Daily Trading Startegy :
Buy                  : Rp38875 – Rp39025
Target Price    : Rp46000 (Resistance 1)
Stop Loss        : Rp33000 (Support 1)



Laughter & Love are priceless gifts, so live with passion - Laugh & Love as much as you breathe
Uraian informasi, data – data, pendapat, saran atau rekomendasi maupun ilustrasi atau material apapun yang terdapat didalam dokumen ini seluruhnya mewakili pendapat dari “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” Universitas MH.Thamrin. Seluruh data dan penilaian berasal dari sumber yang kami anggap benar juga dapat diandalkan, namun “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapannya. “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak terikat apapun dari penggunaan dokumen ini. Dokumen ini semerta-merta hanya untuk sebagai gambaran investasi yang tidak mengikat para investor atau para calon investor dan “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak menjamin atas ketepatan dari hasil riset ini. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya berada ditangan investor atau calon investor, kami berharap investor atau calon investor dapat merencanakan investasinya dengan cerdas.



No comments:

Post a Comment