Monday, August 24, 2015

Berbeda Namun Tetap Rasional

Apa yang membuat seorang trader itu berhasil atau gagal?
Survey menunjukkan bahwa 90% trader hasilnya adalah loss, gagal atau nyangkut , sementara hanya 10% trader yang sukses alias berhasil.
Apa rahasia nya??

Untuk menjadi seorang trader yang sukses, maka rahasianya sebenarnya sederhana aja, jika mayoritas gagal maka jangan lah menjadi bagian mayoritas tsb. Beranilah untuk menjadi bagian dari minoritas. Beranilah untuk menjadi BEDA !!

Tapi kemudian timbul pertanyaan, beda yang gimana pak? masak ketika market berdarah-darah kita masuk beli ?? atau ketika market bullish masa kita jualan dan tidak ikutan beli ??
Untuk menjawab ini kita harus mengetahui yang namanya market cycle, apa itu market cycle ? market cycle adalah gejolak emosi manusia/trader yang akan terus berulang selama market berlangsung, untuk lebih jelasnya kita bisa lihat gambar berikut ini

Pelaku pasar akan selalu bergerak dalam siklus ini : optimisme, excitement, euforia, denial, fear, panic, depresi, harapan dan balik ke optimis lagi.

Opa Warren Buffet pernah berkata "Be greedy when other fear, be fearful when others greedy", dengan kata lain, jadi lah yang berbeda, jangan ikut mayoritas !

Contoh bisa kita lihat di saham SRIL misalnya, ketika harga naik dari 150 ke 300 , para trader mulai optimis, lalu naik dari 300 ke 400, traderpun sangat excite dan dimana-mana kita melihat orang omongin saham ini, berita-berita positif berseliweran dimana-mana, ketika naik lagi dari 400 menuju 500, ini merupakan puncak dari euforia trader dan selanjutnya kita udah tau apa yang terjadi bukan ?

begitu juga kita IHSG turun dari 5500 ke 5000, para trader masih banyak yang tidak yakin bahwa trend turun udah berakhir, masih dalam tahap denial, ketika index turun ke 4500 saat itulah para trader mulai takut dan percaya ini waktunya bearish, kemudian index anjlok lagi hingga 4100an , saya yakin udah mulai banyak trader yang panik bukan ?? dan JIKA index dibawa turun lagi di bawah 4000 maka itulah puncak depresi para trader.

Dari contoh diatas, saya rasa kita tau kapan saat yang tepat untuk menjadi BEDA bukan ? Beruntung kita hidup di jaman media sosial ini, untuk mendeteksi gejolak emosi market kita bisa melihat melalui reaksi temen-temen kita yang ada di sosial media baik itu di facebook, twitter , grup bbm, mailing list, messenger dsb. Dari situ kita akan melihat sedang masuk fase dimanakah market kita saat ini ??

Semoga dengan artikel ini bisa membantu rekan2 trader untuk berpikir BEDA , bukan sekedar menjadi beda yang konyol namun beda dengan penuh rasionalitas.

No comments:

Post a Comment