Wednesday, May 6, 2015

Gaya Trading

Tiap orang mempunyai style /gaya yang berbeda-beda dalam trading, ada yang buy on break, ada yang buy at support, ada yang suka menangkap pisau jatuh dan lain-lain

Tidak masalah sih mau pake cara apa aja, selama kita nyaman dengan cara tsb dan menghasilkan CUAN alias profit. 
Benar, yang penting itu adalah cuan nya, percuma juga kalo kita nyaman dengan cara kita, tapi ternyata cara tsb tidak menghasilkan profit 

Disini saya tidak membahas, style atau cara apa yang paling akurat, tapi saya mencoba membagikan style yang saya gunakan, yang nyaman saya pake dan tentunya menghasilkan cuan ( ga selalu cuan sih... tapi ratio profit loss nya lebih banyak profit alias cuan nya )


Saya tidak fanatik dengan sebuah cara tertentu, dalam arti gini: jika saya menggunakan style buy on break high, maka saya tidak melulu menggunakan cara yg sama terus menerus, namun ada beberapa rule yang menjadi patokan dasar dalam saya memilih saham 

1. trading di saham uptrend akan jauh lebih nyaman dibanding downtrend
jadi biasanya saya akan milih saham-saham yang lagi uptrend dan kemudian mengalami koreksi , disaat dia mulai rebound / naik lagi, disitu saya masuk 

2. ketika saham mulai break high dengan volume, maka BUY
tapi dengan catatan, harga beli tidak terlalu jauh selisihnya dari breakout nya, misal sebuah saham break di 2000, tapi saya baru liat ketika udah 2100, maka forget it, saya ga akan masuk. Namun hati-hati juga, ada saham-saham tertentu yang justru setelah break high dia akan koreksi dulu, baru kemudian dia naik lagi, jadi tidak bisa diimplementasikan untuk setiap saham.

3. saham turun tajam selama berhari2 ?? ini adalah oportunity buy
kadang market memberikan diskon kepada barang2 bagus (baca: saham berfundamental bagus) seperti yang pernah terjadi pada AKRA beberapa bulan lalu dan PGAS baru-baru ini. Bagi saya ini adalah peluang untuk memperoleh saham bagus dengan harga diskon. walopun saya bukan tipe investor (beli & simpan), tapi penurunan yang tajam / tidak wajar selama kurun waktu tertentu memberikan peluang untuk teknikal rebound yang lumayan range nya. Ingat semakin tinggi bola jatuh maka pantulannya juga akan tinggi sesuai hukum fisika. 

Jadi saya hanya tinggal menunggu dan mengamati sampai berapa jauh penurunan tsb ? seperti iklan salah satu rokok yang terkenal ; how low can you go ?? jika penurunan udah mencapai 20-30% dalam beberapa hari atau mulai menuju strong support atau MA 100 /200, maka mulai merencanakan untuk beli dan selalu bersiap untuk melakukan cut loss apalgi jika harga kembali membuat new low dibanding hari kemaren.

tapi ini hanya saya lakukan kepada saham2 yang fundamentalnya jelas, kalau untuk saham2 gorengan maka tidak dianjurkan 

4. untuk saham gorengan, hanya beli pada saat lagi digoreng dan liquid 
saya tidak mau berspekulasi pada saat saham tsb mulai downtrend, apalagi jika nilainya udah dibawah harga 100 (contoh CPRO, DSFI), maka saya lebih baik tidak trading saham tsb, dan menunggu sampai saham itu digoreng kembali / menjadi uptrend. 

Nah, kurang lebih seperti itu gaya trading yang saya lakukan sehari-hari, smoga bermanfaat bagi para trader sekalian. 

Salam Cuan,

JD

No comments:

Post a Comment